Selasa, 18 Desember 2018

Ujian Akhir Semester 1 Dasar Penulisan Multimedia

BAHAYA MEROKOK BAGI KESEHATAN

Rokok adalah benda berbentuk silinder yang berukuran panjang 70-120 mm dengan diameter 10 mm dengan isi daun tembakau. Hisapan pada rokok akan mengakibatkan ancaman yang berbahaya bagi kesehatan penggunanya. Rokok mengeluarkan polusi bagi kesehatan paru-paru dan jantung manusia. Perokok aktif tidak menghiraukan bahaya yang akan ditimbulkan dari rokok yang mereka hisap terhadap kesehatan mereka.

Saat ini, masyarakat dengan usia yang masih tergolong muda sudah menggunakannya. Mahasiswa di lingkungan saya pun banyak yang sudah mengonsumsi rokok. Padahal mereka sudah memiliki pengetahuan akademik dan lebih paham mengenai kesehatan. Di usia mereka yang masih muda, seharusnya mereka lebih memikirkan tentang masa tua mereka nanti. Generasi milenial ini adalah generasi penerus bangsa.

Bahaya rokok sudah diketahui sejak lama, bahkan bagi laki-laki merokok menjadi suatu kebutuhan pokok yang harus terpenuhi disetiap harinya. Hal tersebut sudah tertera di di sampul rokok dengan peringatan bahwa rokok dapat membunuhmu. Namun seakan-akan hal tersebut dihiraukan oleh penggunanya. Zaman sekarang, anak-anak dibawah umur sudah mengonsumsi rokok dan hal ini diakibatkan kurangnya pandangan orangtua terhadap anak. Lingkungan sekitar menjadi faktor utama.

Seharusnya, orangtua berperan penuh untuk mengontrol pergaulan anak serta contoh yang baik bagi anak-anaknya. Orangtua pun harus memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya. Mereka harus bisa menempatkan diri dimana mereka harus merokok dan tidak karena apabila dilihat oleh anak akan menjadi contoh yang buruk. Bahaya yang dirasakan oleh pengguna rokok adalah sesek nafas, turunnya kebugaran tubuh, batuk-batuk. Sedangkan penyakit yang dapat menyerang adalah kanker jantung, kanker paru-paru, gangguan kehamilan dan janin.

Faktor utama orang-orang merokok adlah rasa ingin tahu yang tinggi akan rokok tanpa pengaruh orang lain. Faktor kedua adalah faktor keluarga. Faktor ketiga adalah faktor pergaulan. Menurut para perokok, dengan mengetahui dampak dari rokok belum mampu memberhentikan mereka untuk merokok karena hal tersebut sangat sulit. Hal ini disebabkan dengan efek candu dari rokok. Selain itu, penyakit yang bisa ditimbulkan adalah kanker mulut, kanker tulang, kanker otak, dan meningkatnya debaran jantung dan tekanan darah.

Kebiasaan merokok di Indonesia tidak hanya didominasi oleh kaum pria, saat ini sudah merambah luas ke kaum wanita dan anak-anak kecil. Yang harus dibenahi adalah rokok justru menjadi sponsor berbagai pertandingan olahraga, pagelaran music dan kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan. Hal ini seharusnya bisa ditangani oleh pemerintah dengan menerapkan peraturan yang membatasi daerah larangan merokok dengan penerapan sanksi yang jelas.

Setiap rokok mengandung lebih dari 4.000 jenis bahan kimia. Zat dalam rokok yang perlu dikethui masyarakat adalah nikotin, karbon monoksida, tar, DDT, dan sebagainya. Nikotin yang menyebabkan seseorang dapat ketergantungan. Nikotin dapat menstimulasi otak terus menerus dan menambah jumlah nikotin yang dibutuhkan. Nikotin juga dapat menyebabkan pembekuan darah lebih cepat dan serangan jantung. Sedangkan karbon monoksida menggantikan sekitar 15% jumlah oksigen yang biasanya dibawa oleh sel darah merah sehingga jantung si perokok berkurang suplai oksigennnya. Tar menyebabkan tumbuhnya sel kanker. Dan DDT adalah pestisida untuk membunuh nyamuk dan semut. Tidak ada satupun rokok yang aman untuk dikonsumsi. Filter rokok dapat menyaring sebagian tar dan nikotin, tetapi tetap tidak menghilangkan adanya racun dari rokok yang terisap.

Perokok pasif adalah orang lain yang menghirup asap dari orang yang merokok. Perokok pasif memiliki risiko kesehatan yang sama dengan orang yang merokok. Hal yang dialami perokok pasif biasanya sakit tenggorokan, iritasi mata dan sakit kepala. Apabila perokok pasif terus menerus berada di lingkungan yang sama dengan perokok aktif, maka mereka memiliki peluang yang besar terkena kanker, serangan jantung dan infeksi paru-paru. Zat kimia yang berada di dalam asap rokok dapat terserap melalui mulut, hidung dan bahkan kulit.

Bahaya dari anak-anak yang berada di lingkungan yang sama dengan perokok aktif adalah lambatnya perkembangan paru-paru, mereka lebih sering batuk-batuk, dan flu. Hal ini juga mengakibatkan perkembangan penyakit asma. Selain berbahaya bagi anak, rokok juga sangat berbahaya bagi wanita hamil. Apabila seorang wanita hamil merokok, zat kimia tersebut akan pindah ke janin yang dikandungnya. Bayi tersebut berisiko meninggal. Kalaupun bayi itu dapat dilahirkan, mereka mempunyai resiko terkena infeksi paru-paru dan keterbelakangan fisik dan mental.

Untuk para perokok, berhenti merupakan hal yang sangat sulit. Cara terbaik berhenti merokok diperlukan tekad dan kemauan yang tinggi untuk melawan candu dari nikotin tersebut. Berhenti merokok sama halnya dengan mengalahkan diri sendiri. Banyak orang disekitar kita yang masih menginginkan kita hidup dengan sehat. Keuntungan dari berhenti merokok adalah secara perlahan tubuh akan memperbaiki sendiri apa yang sudah dirusak tembakau. Menurut saya, tidak ada kata terlambat pagi perokok aktif yang mau berhenti.

Para perokok biasanya beralasan bahwa rokok menjadi alat bersosialisasi. Riset dari kedokteran merokok meningkatkan risiko keseluruhan kematian sebesar 70% dibangkin yang tidak merokok, dan perokok meninggal 5-7 tahun lebih awal dari yang tidak merokok.
Pada umumnya, orang tidak akan berhenti merokok hanya karena takut akan penyakit berbahaya yang ditimbulkannya, kecuali pernah mengalaminya sendiri. Biasanya orang tergerak untuk berhenti merokok kalau mengetahui bahwa rokok akan merenggut nyawa istrinya dan membuat bodoh anak-anaknya.

Seseorang perokok yang telah berhasil berhenti 10 tahun lamanya berarti telah dapat menurunkan risiko 30 -50 persen untuk terkena kanker paru. Usaha pencegahan kanker lainnya adalah dengan menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat (olahraga teratur, tidur cukup, hidup bebas stress serta pola makan sehat), dan makan suplemen secara teratur.
 Tolak ajakan merokok dengan simpatik, tanpa menyakiti hati orang yang mengajak. Bila harus berdiskusi tentnag rokok, kemukakan pendapat dan fakta dengan jelas, sopan, tanpa menyakiti hati. Bila mampu, balas dengan sopan dan simpatik ajakan orang untuk merokok dengan mengajak orang tersebut berhenti merokok.

REFRENSI:

Givana, Ratu., 2015, OPINI: STOP MEROKOK! Kanker Paru Mengintaimu, http://www.lintasnasional.com/2015/06/13/opini-stop-merokok-kanker-paru-mengintaimu/ diakses pada: 23 Oktober 2018, jam 23:20

Mawarni, 2017, Bahaya Merokok Bagi Kesehatan, https://www.kompasiana.com/mawarnimawarni/58e65185759373645acab6f8/opini-bebas-bahaya-merokok-bagi-kesehatan diakses pada: 23 Oktober 2018, jam 23:24

Ramelan, Prayitno, 2008, STOP MEROKOK! SANGAT BERBAHAYA!, http://prayramelan.blogspot.com/2008/10/stop-merokoksangat-berbahaya.html diakses pada: 23 Oktober 2018, jam 23:25

Tidak ada komentar:

Posting Komentar