A. Straight News
Diduga Curi Ampli Masjid, Pria ini Dibakar Hidup-Hidup
BEKASI – Tragis, seorang pria berinisial MA di kroyok dan di bakar hidup-hidup oleh warga
sekitar karena dituduh mencuri amplifer mushala Al-Hidayah yang bertempat di Desa Hurip
Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Kejadian tersebut terjadi pada Selasa
(1/8/2017) dan waktu kejadian sekitar pukul 16.30 WIB,
Siti Zubaidah (25), istri dari almarhum MA mengatakan bahwa suaminya berprofesi sebagai
orang yang mereparasi barang-barang elektronik dan dia meyakini bahwa suaminya tidak
mencuri amplifer tersebut melainkan amplifer tersebut sudah dibeli dan akan diperbaiki
untuk di jual lagi.
Siti Zubaidah mengetahui kejadian tersebut saat seorang polisi mendatangi rumahnya pada
selasa malam sekitar jam 23.00 WIB dan memberitahu bahwa suaminya dituduh mencuri
amplifer, lalu di kroyok dan di bakar hidup-hidup oleh warga. Siti Zubaidah sempat tidak
percaya dengan perkataan polisi tersebut sampai akhirnya polisi tersebut menunjukkan foto
suaminya.
Almarhum MA meninggalkan seorang istri yang sedang mengandung enam bulan dan
meninggalkan seorang anak laki-laki berusia empat tahun.
Almarhum MA telah dimakamkan pada Rabu (2/8/2017) sore di TPU Kedondong, BTN Buni Asih
Kongsi, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi
1.What : Korban MA yang diduga curi Ampli masjid dan di bakar hidup hidup
2.Who : Siti Zubaidah
3.When : Selasa 16.30 dan 23.00 WIB, dan Rabu sore (2/8/2017)
4.Where : mushala Al-Hidayah yang bertempat di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan,
Kabupaten Bekasi
5.Why : Korban berinisial MA diduga mencuri Ampli masjid oleh warga setempat yang
menimbulkan asal main hakim yaitu pengeroyokan bahkan pembakaran korban secara hidup
hidup.
6.How : berawal dari seorang korban berinisial MA yang telah membeli dan juga
meresparasi ampli untuk dijual kembali dicurigai warga setempat korban telah mencuri
ampli masjid tersebut dan warga setempat main hakim sendiri dengan cara mengeroyok
korban bahkan membakar hidup hidup korban, menurut sang istri korban yaitu Siti Zubaidah
bahwasannya sang suami berkerja sebagai resparasi barang elektronik dan telah membeli
ampli tersebut untuk di servis dan dijual kembali.
7.Safety : Aman karena berisi fakta fakta yang berasal dari keluarga korban dan tidak berisi
opini opini.
LIPSUS: Evolusi Vapor Mulai dari Mirip Rokok Hingga Seperti
Gadget
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rokok elektrik atau vapor sebenarnya bukan barang baru karena
sudah muncul sejak beberapa tahun lalu.
Vapor pun terus berubah bentuk fisiknya, mulai dari yang bentuknya hampir sama dengan rokok,
hingga kini bentuknya tidak identik dengan rokok.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebutkan pada 2014 ada 466 variasi
merek rokok elektrik dan ada 8000 jenis bahan perisa.
Sementara merujuk laporan Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM) RI, ada tiga jenis
generasi rokok elektrik, yakni generasi pertama, kedua dan ketiga.
Ada tiga elemen utama yang membentuk struktur dasar dari vapor itu sendiri yakni baterai, atomizer
atau pemanas logam dan katrid berisi cairan atau liquid yang terbuat dari zat kimia.
Struktur inilah yang terus berubah mengikuti teknologi yang berkembang.
Generasi pertama bentuk rokok elektrik sama dengan bentuk rokok konvensional dan sekali pakai.
Generasi kedua bentuknya seperti pena atau obeng, dengan variasi warna dan model katrid, serta
dengan kapasitas besar.
Sementara generasi ketiga adalah yang vapor yang saat ini sedang marak digunakan.
Seperti menggunakan sistem tangki, komponen terpisah sehingga mudah dimodifikasi dan
dilengkapi USB Sticks dan Bluetooth yang bisa terintegrasi dengan smartphone.
Untuk mendapatkan alat vapor dan liquid saat ini juga bukan hal yang sulit.
Banyak yang menjual via online seperti melalui media sosial maupun offline lewat toko-toko.
Harganya pun beragam dan bisa disesuaikan dengan kantong. Untuk alatnya sendiri bahkan ada
yang KW.
"Jenisnya macam-macam, harganya pun macam-macam, yang authentic bisa lebih dari satu juta.
Sementara untuk yang KW sekitar 600 hingga 700 ribu," ujar Rama, seorang mahasiswa pemakai
vapor.
Alat alat itupun berasal dari luar negeri, ada distributor yang menyalurkan. Sementara untuk harga
cairan atau liquid bermacam-macam.
Varian rasanya pun sangat banyak. Menurutnya vapor termasuk semua yang variasinya saat ini
mudah untuk didapatkan.
Rama sendiri awalnya tidak merokok konvensional, namun dengan adanya rokok elektrik ia mulai
merokok
Fauzi Ahmad Noor dari Forum Jogja Sehat Tanpa Tembakau mengatakan rokok elektrik adalah
bagian dari perkembangan zaman.
Merokok dengan menggunakan vapor sama saja dengan merokok secara konvensional yang
membakar tembakau.
Menurutnya semua rokok elektrik mengandung nikotin, meski ada yang diklaim hanya mengandung
perisa atau perasa saja.
Karena menurutnya rokok elektrik memicu kecanduan dan itu adalah hasil dari nikotin yang
terkandung.
"Prinsipnya kan memasukan nikotin ke dalam tubuh. Nanti bisa saja bentuknya macam-macam,
nanti setelah ini nikotin bentuknya permen karet. Intinya memasukan nikotin sehingga hormon
penenang keluar dan pemakai merasa nyaman," ujarnya.
Pemerintah juga dirasa perlu segera menyikapi maraknya rokok elektronik tersebut.
Karena tren yang muncul adalah banyak anak muda yang sebelumnya tidak merokok menjadi
perokok karena muncul rokok elektronik yang dianggap aman dan tidak
berbahaya. (tribunjogja.com)
1. What : bentuk bentuk vape yang kian beragam
2. Who : BPOM RI,Rama , dan Fuzan Ahmad Noor
3. When : 2014
4. Where : Yogyakarta,Indonesia
5. Why : Beragam bentuk bentuk vape yang mulai beredar di Indonesia menurut laporan
BPOM RI tahun 2014 ada sekitar 466 variasi merk vape,8000 perasa dan juga 3 jenis vape
6. How : Pemerintah menyikapi maraknya rokok eletkronik tersebut karena tren bermuculan
pemakainya kebanyakan anak muda dan dengan munculnya rokok elektonik banyak yang
sebelumnya tidak merokok menjadi perokok karena di anggap aman dan tak berbahaya.
7. Safety : aman,informasi ini bermanfaat dengan banyak munculnya vape memberitahu
masyarakat informasi tentang maraknya vape di Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar