Nama :
Dzaky Anwar Indarto
NPM :
210104180127
Kelas : C
Semester :
6
Latihan 1
1. Miracle
In Cell no. 7
Film Miracle in
Cell No 7 disutradari Lee Hwan-kyung dan dirilis
pertama kali pada 8 Maret 2013. Film berdurasi 127 menit itu menceritakan
tentang seorang pria kekurangan mental yang dipenjara lantaran dituduh membunuh
gadis kecil.
Film ini berhasil membuat penontonnya menangis. Lee Hwan-Kyung pun
berhasil mengarahkan filmnya menjadi sebuah film drama dengan cerita yang akan
menyentuh penontonnya. Siapapun yang tidak menangis saat menyaksikan film ini
mungkin seorang yang hatinya keras, sekeras batu. Yah, saya pun secara tidak
sadar sudah banyak menitihkan air mata ketika menyaksikan film ini.
Film ini mampu memberikan nyawa serta atmosfir yang begitu kuat kepada
penontonnya. Apalagi dengan iringan scoring yang semakin membuat film ini
bernyawa. Yah, Scoringnya menyayat hati penontonnya. Semakin bisa mengacak-acak
hati penontonnya yang tak pelak akan membuat kita secara tak sadar akan
menitihkan air mata. Jadi bagi para penonton, bersedialah satu wadah penuh
tissue sebagai teman anda saat menyaksikan film ini. Pria ataupun Wanita
kebanyakan menitihkan airmata nya saat menyaksikan film ini.
Belum lagi cast-cast film ini yang bermain begitu kuat. Ryoo
Seung-Ryong bermain sebagai seorang ayah yang mempunyai keterbatasan. Dia
berakting dengan begitu baik dan sangat natural. Ber-chemistry apik dengan Kai
So Won sebagai Ye Sung kecil. Chemistry yang dibangun sangat kuat. Inilah faktor
yang membuat film ini semakin kuat dari segi dramanya. Adegan-adegan mengharukan
pun datang dari chemistry yang kuat dari mereka berdua. Hubungan ayah-anak yang
sangat erat pun diperankan oleh mereka dengan begitu baik.
2. Kimi No Na Wa / Your
Name
Kimi no Na Wa (atau dalam
bahasa Inggris, “Your Name”) adalah film studio ComixWave yang
disutradarai dan ditulis oleh Makoto Shinkai, diproduseri oleh Noritaka
Kawaguchi (Hoshi no Ou Kodomo, Kotonoha no Niwa) dan Genki Kawamura (The Boy
and The Beast, Parasyte), serta desain karakter oleh Masayoshi Tanaka (Ano
Natsu de Matteiru, Anohana). Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya
Makoto Shinkai yang sebelumnya telah terbit pada bulan Juni 2016.
Jika dilihat secara
sederhana, Kimi no Na Wa adalah kisah asmara fantasi berlatarbelakangkan dunia
modern. Bagi beberapa penonton, mungkin ada yang mengatakan ini “shoujo ala Makoto Shinkai”. Dengan disuguhkan tema-tema
simbolisme seperti “musubi” (ikatan), cerita yang diangkat tentunya membawa
penontonnya kepada ikatan antara Taki dan Mitsuha dengan cara yang ajaib dan
bisa-bisa sangat luas.
Kimi no Na Wa memiliki alur
yang cepat dan cenderung sangat padat. Jika dilihat lebih dekat, 1/3 dari film
diusahakan oleh tim kreator untuk mendekatkan penonton dengan interaksi unik
antara Mitsuha dan Taki melalui adegan-adegan tukar tubuh mereka. Sisanya
dipakai untuk perkembangan cerita itu sendiri.
3.
First Kiss
First Kiss atau dengan judul
asli Rak Sud Tai Pai Na, adalah film bergenre komedi romantis asal Thailand yang rilis
pada tahun 2012. Film ini disutradarai oleh Kirati Nakintanon, dimana ini
adalah film pertama yang digarap olehnya. Film ini dibintangi oleh aktor tampan
Thakrith Thawanpong, serta aktris Kaneungnich Jakshamitanon
film ini memiliki komitmen dengan faktor usia di
dalamnya. Lalu bagaimana dengan faktor lainnya? Cara bercerita dari film ini
bisa dibilang agak terganggu di awal. Saya merasa ada bagian yang menghilang
begitu saja. Atau mungkin faktor editannya ada yang terlihat kasar jadi sedikit
terasa ada yang hilang. Akan tetapi semua langsung nyaman untuk ditonton ketika
sudah mulai konflik antara Sa dan Bass. Lelucon-lelucon khas Thailand pun teatp
tidak ketinggalan di film ini.
Dari sisi cintanya, film First Kiss begitu
menyentuh dan menjiwai. Hadirnya twist yang menarik menjadi nilai plus dari
film ini. Benar-benar diluar dugaan kalau ceritanya akan seperti itu. Di film ini pun tidak
sepenuhnya genre romantis dan komedi saja yang menguasai. Genre musikal,
sedikit horror atau menegangkan juga terdapat di film ini kok. Artistik dari
film ini bisa dibilang cukup futuristik, agak sedikit old style dengan balutan
modern.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar