Selasa, 02 Maret 2021

Latihan 1 Review Karya

 

Nama : Dzaky Anwar Indarto

NPM : 210104180127

Kelas : C

Semester : 6

Latihan 1

 

1.      Miracle In Cell no. 7

Film Miracle in Cell No 7 disutradari Lee Hwan-kyung dan dirilis pertama kali pada 8 Maret 2013. Film berdurasi 127 menit itu menceritakan tentang seorang pria kekurangan mental yang dipenjara lantaran dituduh membunuh gadis kecil.

 

Film ini berhasil membuat penontonnya menangis. Lee Hwan-Kyung pun berhasil mengarahkan filmnya menjadi sebuah film drama dengan cerita yang akan menyentuh penontonnya. Siapapun yang tidak menangis saat menyaksikan film ini mungkin seorang yang hatinya keras, sekeras batu. Yah, saya pun secara tidak sadar sudah banyak menitihkan air mata ketika menyaksikan film ini.

 

Film ini mampu memberikan nyawa serta atmosfir yang begitu kuat kepada penontonnya. Apalagi dengan iringan scoring yang semakin membuat film ini bernyawa. Yah, Scoringnya menyayat hati penontonnya. Semakin bisa mengacak-acak hati penontonnya yang tak pelak akan membuat kita secara tak sadar akan menitihkan air mata. Jadi bagi para penonton, bersedialah satu wadah penuh tissue sebagai teman anda saat menyaksikan film ini. Pria ataupun Wanita kebanyakan menitihkan airmata nya saat menyaksikan film ini. 

 

Belum lagi cast-cast film ini yang bermain begitu kuat. Ryoo Seung-Ryong bermain sebagai seorang ayah yang mempunyai keterbatasan. Dia berakting dengan begitu baik dan sangat natural. Ber-chemistry apik dengan Kai So Won sebagai Ye Sung kecil. Chemistry yang dibangun sangat kuat. Inilah faktor yang membuat film ini semakin kuat dari segi dramanya. Adegan-adegan mengharukan pun datang dari chemistry yang kuat dari mereka berdua. Hubungan ayah-anak yang sangat erat pun diperankan oleh mereka dengan begitu baik. 

 

2.      Kimi No Na Wa / Your Name

Kimi no Na Wa (atau dalam bahasa Inggris, “Your Name”) adalah film studio ComixWave yang disutradarai dan ditulis oleh Makoto Shinkai, diproduseri oleh Noritaka Kawaguchi (Hoshi no Ou Kodomo, Kotonoha no Niwa) dan Genki Kawamura (The Boy and The Beast, Parasyte), serta desain karakter oleh Masayoshi Tanaka (Ano Natsu de Matteiru, Anohana). Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Makoto Shinkai yang sebelumnya telah terbit pada bulan Juni 2016.

 

Jika dilihat secara sederhana, Kimi no Na Wa adalah kisah asmara fantasi berlatarbelakangkan dunia modern. Bagi beberapa penonton, mungkin ada yang mengatakan ini “shoujo ala Makoto Shinkai”. Dengan disuguhkan tema-tema simbolisme seperti “musubi” (ikatan), cerita yang diangkat tentunya membawa penontonnya kepada ikatan antara Taki dan Mitsuha dengan cara yang ajaib dan bisa-bisa sangat luas. 

 

Kimi no Na Wa memiliki alur yang cepat dan cenderung sangat padat. Jika dilihat lebih dekat, 1/3 dari film diusahakan oleh tim kreator untuk mendekatkan penonton dengan interaksi unik antara Mitsuha dan Taki melalui adegan-adegan tukar tubuh mereka. Sisanya dipakai untuk perkembangan cerita itu sendiri.

 

3.      First Kiss

First Kiss atau dengan judul asli Rak Sud Tai Pai Na, adalah film bergenre komedi romantis asal Thailand yang rilis pada tahun 2012. Film ini disutradarai oleh Kirati Nakintanon, dimana ini adalah film pertama yang digarap olehnya. Film ini dibintangi oleh aktor tampan Thakrith Thawanpong, serta aktris Kaneungnich Jakshamitanon

 

film ini memiliki komitmen dengan faktor usia di dalamnya. Lalu bagaimana dengan faktor lainnya? Cara bercerita dari film ini bisa dibilang agak terganggu di awal. Saya merasa ada bagian yang menghilang begitu saja. Atau mungkin faktor editannya ada yang terlihat kasar jadi sedikit terasa ada yang hilang. Akan tetapi semua langsung nyaman untuk ditonton ketika sudah mulai konflik antara Sa dan Bass. Lelucon-lelucon khas Thailand pun teatp tidak ketinggalan di film ini.

 

Dari sisi cintanya, film First Kiss begitu menyentuh dan menjiwai. Hadirnya twist yang menarik menjadi nilai plus dari film ini. Benar-benar diluar dugaan kalau ceritanya  akan seperti itu. Di film ini pun tidak sepenuhnya genre romantis dan komedi saja yang menguasai. Genre musikal, sedikit horror atau menegangkan juga terdapat di film ini kok. Artistik dari film ini bisa dibilang cukup futuristik, agak sedikit old style dengan balutan modern.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar